Senin, 19 Agustus 2013

Hatiku Menjerit

Lama terpendam, tak ada tempat untuk nmenumpahkan.
Bukan beriri hati, tapi memang inilah kenyataan yang aku rasakan . Siapa pun sekarang yang ada di posisiku pasti merasakan hal yang sama.

Sakit, memang sakit, tapi aku berusaha untuk menyembunyikan ini semua.
Ini tidak mudah memang, dan ini juga bertolak belakang dengan priobadiku yang selalu ekspresif jika terlalu tertekan.

Hati ini mengatakan bahwa aku cemburu, aku merasa dianak tirikan, aku merasa dinomor duakan oleh mereka. Mengapa sampai hati mereka melakukan itu. Hal ini terlihat jelas,jika dia yang datang senyum manis selalu terlontar dari bibirnya, jika dia tidak ada, dia selalu mencari, mengingat, bahkan jika kami berhadapan mereka tidak ikut membawa serta aku.

Aku ada dia pergi, tapi yang cari yang pergi, bahkan kepercayaan yang bernilai 10% pun tidak kudapatkan darinya. Kejam sekali dunia ini.

Kapan aku keluar dari lingkaran yang benar-benar membuatku terjerat. Ya Allah inikah sebuah teguran-Mu untukku ?
Ampuni segala dosaku jika apa yang aku tuliskan disini salah, atau aku berprasangka buruk kepada orang lain ya Allah.
aku tidak tau harus kepada siapa lagi mengungkapkan ini semua.