Rabu, 27 Maret 2013

Semantik Bahasa Indonesia

1. Proses yang Mengakibatkan Perubahan Makna

1.1 Hubungan Sintagmatik
            Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan. Misalnya dalam kalimat "Saya menulis artikel", terdapat hubungan sintagmatik antara 'saya', 'menulis', dan 'artikel' dalam pola kalimat SPO.
Satuan leksikal dapat mengalami perubahan arti karena :
a. kekeliruan pemenggalan morfem-morfemnya. Misalnya kata 'pramugari' yang terjadi dari awalan pra- dan bentuk dasar mugari 'pembantu tuan rumah pada peralatan, di penggal menjadi pramu- dan -gari. pemenggalan yang salah ini dipakai untuk menghasilkan bentuk-bentuk lain dengan analogi, sehingga muncul bentuk-bentuk seperti pramuniaga, pramuwisra.
b. persandingan yang lazim, yang disebut kolokasi. misalnya bentuk nasib yang dapat bersanding dengan baik dan buruk, dan yang lebih sering muncul adalah nasib buruk daripada nasib baik. Contoh : "Memang sudah nasibnya harus hidup sebatang kara pada usia yang begitu muda."
c. penghilangan salah satu unsurnya. Misalnya,  pada kata acuk tak acuh yang berarti 'tidak menghiraukan' menjadi acuh dengan arti yang sama 'tidak menghiraukan'.

1.2 Rumpang di dalam Kosa Kata
a. penyempitan makna. Misalnya, pesawat 'alat atau mesin', di kalangan penerbanagn menyempit maknanya sehingga sama dengan pesawat terbang.
b. perluasan makna. Misalnya, di samping saudara kandung, muncul pula ayah kandung, walaupun ayah tidak pernah bersalin atau mengandung dan ayah tidak tidak berasal dari satu kandung. Bentuk kandung kemudian memiliki hubungan pertalian kekerabatan.
c. pemakaian metafor atau kiasan. Misalnya, lapisan (masyarakat), pada kenyataannya hanya sebagai perbandingan dengan benda yang berlapis-lapis dan yang dimaksud adalah kelas-kelas (masyarakat).

1.3 Perubahan Konotasi
            Konotasi atau disebut juga tautan pikiran yang menyertai makna kognitif, sangat bergantung kepada pembicaranya, pendengar, dan situasi yang melingkupi. Misalnya, kata pesangon lebih positif maknanya dibandingkan dengan kata uang pengusir.

1.4 Peralihan dari Pengacauan yang Konkret Menjadi Abstrak
            Misalnya, kata menangkap (dengan tangan) menjadi menangkap (dengan akal).

1.5 Sinestesia
            Sinestesia adalah penggabungan dua macam tanggapan pancaindera terhadap satu hal yang sama. Sinestesia dapat mengakibatkan perubahan makna, pengalaman pahit terjadi kombinasi antara pancaindera perasa (pengalaman) dan indera pengecap (pahit).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar